Program Kartu Perdana Gratis Bagi Mahasiswa

Jumlah kasus pasien covid-19 di Indonesia terus meningkat sampai sekarang. Berdasarkan data per 10 April, yang dilansir kompas.com, disampaikan oleh Ahmad Yurianti selaku Jubir penanganan covid-19 RI kasus pasien positif mencapai 3.512, pasien sembuh 282, dan pasien yang meninggal dunia 306. Hampir seluruh provinsi sudah terpapar covid-19, kasus terbaru datang dari Provinsi Gorontalo. Jumlah kasus pasien covid-19 masih bisa bertambah, menurut perkiraan para ahli puncak corona akan ada di Indonesia jatuh pada bulan Mei.

Kegiatan sehari-hari layaknya bekerja, belajar dan beribadah semua dilakukan dari rumah sesuai dengan anjuran pemerintah. Begitupun dengan IAIN Pekalongan yang semula menggunakan sistem belajar tatap muka, kini berganti dengan daring sejak 16 Maret 2020 sampai dua minggu ke depan. Tetapi, kondisi semakin buruk, membuat semua diperpanjang, segala kegiatan yang bersifat mengumpulkan masa ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Pembelajaran daring tentu saja membuat mahasiswa lebih banyak menghabiskan kuota, uang yang tadinya untuk bensin atau makan. Akhirnya dialihkan untuk membeli kuota, yang dibutuhkan lebih banyak dari pada waktu pembelajaran tatap muka. Bahkan ada mahasiswa yang sampai menghabiskan kuota 1 GB dalam sehari. Adapula yang 10 GB hanya untuk seminggu membuat orang tua marah.

Hal ini banyak dikeluhkan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Ada beberapa perguruan tinggi baik negeri atau swasta yang memiliki kebijakan memberikan subsidi kuota atau bahkan keringanan membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal). Begitupun dengan PTKIN yang mendapatkan surat edaran dari Kementrian Agama Republik Indonesia perihal Penggurangan UKT/SPP PTKIN Akibat Pandemi Covid-19 Nomor: B-752/D.I/00/04/2020 dalam point satu tercantum  keringanan UKT sebesar 10% untuk semester depan.

Pihak kampus IAIN Pekalongan juga telah mensurvei tentang penggunaan kartu perdana yang umum digunakan oleh mahasiswa. Berdasarkan hasil survei sebagian besar mahasiswa banyak menggunakan kartu Indosat. Untuk itu, pihak kampus dan Indosat akhirnya bekerjasama yang menguntungkan kedua belak pihak. Pihak kampus dapat memberikan subsidi kuota gratis bagi mahasiswa. Sedangkan, Indosat mendapat keuntungan dari semakin banyak masyarakat yang menggunakan kartu indosat.

Kampus kemudian mengeluarkan kebijakan dengan memberikan kartu Indosat gratis, bertujuan membantu meringankan biaya pembelajaran via daring dengan kartu gratis dari pihak kampus ini. Dalam prakteknya untuk mahasiswa KPI IAIN Pekalongan mendapatkan jatah 125 kartu perdana. Adanya perhatian dari pihak kampus ini, beberapa mahasiswa pun sedikit lega karena dibantu dalam pemanfaatan teknologi yang ada. Namun, memang setiap kebijakan memiliki kekurangan dan kelebihan, tentunya dalam program ini pun ada banyak tanggapan beragam dari mahasiswa karena masih banyak kendala yang dihadapi. Walaupun, sudah mendapat kartu Indosat beserta kuota gratisnya. Salah satunya yaitu penggunaan aplikasi pembelajaran daring yang terbatas. Sehingga masih kesulitan bagi mahasiswa yang melakukan pembelajaran daring jika berbeda aplikasi.

Kebijakan yang berjalan tentunya sudah dipikirkan matang-matang, adapun kekurangan pastilah ada. Namun, jangan sampai kita selalu terpaku pada hal-hal yang seharusnya kita mampu pecahkan bagaimana caranya menghadapi situasi yang belum tentu saat ini, baik dari pihak kampus dengan mengeluarkan kebijakannya. Kemudian, dari pihak mahasiswa yang memaksimalkan pembelajaran walau hanya lewat daring dan tetap dirumah guna menetralisir gejala wabah yang makin meluas, dan tentunya harapan kita semua supaya wabah ini segera lenyap dari muka bumi dan kita semua dapat beraktivitas seperti biasa lagi.

Oleh: Sri Rochimatun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *