Lawan Corona dengan Syaja’ah

Miris, itu kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, dimana hampir semua warga Indonesia ditakutkan dengan adanya virus yang cukup mematikan, yaitu Covid 19 atau yang biasa disebut Corona.

Bagaimana tidak menakutkan? Sedang virus Corona sendiri tidak hanya menyerang tubuh manusia, tapi secara tidak langsung juga menyerang perekonomian bahkan pendidikan di Indonesia. Hal ini dilihat dari menurunnya hasil produksi yang membuat perekonomian tidak berjalan semestinya,dan juga program pendidikan yang di berhentikan sementara. Seperti yang dilansir Puskapik.com Bupati Pemalang Djunaedi memutuskan untuk meliburkan sekolah terhitung pada senin 16 Maret lalu.

Lalu apa hubungannya dengan Syaja’ah?

Syaja’ah sendiri memiliki arti Berani, berani yang di maksud yaitu berani yang ditunjukan dengan sikap sabar dan selalu siap dalam menghadapi kesulitan. Jadi sikap Syaja’ah ini harus kita tanamkan dalam diri ketika mendapatkan masalah termasuk dengan adanya virus Corona tadi.

Seperti yang disebutkan dalam Al-Quran,

“Janganlah kami bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang paling tinggi(derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (Q.S Ali-imran:139).

Untuk itu sudah jelas bahwa kita sebagai manusia tidak boleh merasa takut akan adanya musibah yang menimpa karena sejatinya kita sebagai manusia sudah memiliki takdirnya masing-masing,termasuk kematian. Jadi kalupun nantinya ada orang meninggal karena terkena virus Corona, itu memang sudah takdir orang tersebut,bukan malah menyalahkan keadaan. Corona sendiri ada karena Allah, Allah yang menciptakannya dan hanya Allah lah yang bisa menghilangkannya. Untuk itu tak sepatutnya kita takut dengan penciptaan-Nya karena ada yang harus lebih kita takuti yaitu Pencipta-Nya.

Lalu bagaimana cara menumbuhkan sikap keberanian itu?

Yaitu dengan sabar,jangan bersedih hati,serahkan semuanya kepada Allah SWT. Karna dengan sabar sendiri kita sudah bisa dikatakan berani, berani menerima segala takdir yang telah ditentukan_Nya, berani mengambil hal yang positif, dan berani menahan diri agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif yang kemungkinan datang. Seperti yang kita ketahui saat ini, banyak masyarakat yang merugikan masyarakat lainnya, karena dia terlalu takut,dia panik akan datangnya virus Corona tersebut. Sehingga mulai timbul lah sifat-sifat negatif lainnya seperti contohnya individualisme.

Kenapa harus individualisme?

Ya karena memang sekarang sudah terjadi hal-hal tersebut, dimana banyak toko-toko, swalayan, supermarket yang kehabisan barang atau stok karna diborong oleh masyarakat yang mampu dalam hal itu, yang mungkin hal itu bisa di bilang menguntungkan para pernjual karena barangnya laku barang, tapi apa kita berpikir kalau sebenarnya di toko-toko itu juga ada hak untuk orang-orang yang notabanenya belum mampu. Karena toko-toko, supermasket dan juga pasar itu bersifat umum, dan diperuntukan untuk masyarakat lainnya yang membutuhkan. Seperti halnya sekarang semua di borong oleh orang-orang kaya,lalu bagaimana nasib masyarakat yang kurang mampu? Kalau begini keadaanya lama-lama nanti toko-toko tersebut hanya diperuntukan untuk orang-orang kaya yang bisa membelinya tanpa menyisakan untuk orang lain yang lebih membutuhkannya.

Untuk itu, kita sebagai masyarakat yang baik jangan takut, jangan panik, berpikir dan bertindaklah dengan baik tanpa menjatuhkan yang lain, selalu berdo’a dan ingat sama Allah kalau ini semua karena-Nya dan atas kehendak_Nya. Kita bisa bertemu dengan virus Corona yaitu karna sudah ditentukan-Nya, Allah sudah memilih mana orang-orang yang akan terkena virus dan mana orang-orang yang tidak akan terkena virus. Bisa saja orang yang sudah bertindak dari awal untuk mempersiapkan semuanya, membeli barang semuanya,bahkan penampilannya yang sudah tertutup rapat justru malah yang terkena virus tersebut dan sebaliknya,bisa saja orang yang tidak bertindak yang berlebihaan justru itu yang aman dan sehat.

Kita manusia yang berencana tetapi Allah yang menentukannya, tetap berpikir positif, jangan bertindak berlebihan karena itupun tidak baik, dan tetaplah berhuznudzan kepada Allah. Percayalah dibalik semua musibah ini pasti ada hikmah-Nya.

Oleh : Lulu Azizah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *