Dibalik Kemeriahan Panggung Gembira

Pekalongankpipekalongan.com Dibalik meriahnya panggung gembira indosiar, banyak orang yang berperan penting didalamnya, seperti warga, petugas keamanan dan petugas kebersihan. Minggu (23/2).

Masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya tidak hanya merasa terhibur dengan adanya acara Panggung Gembira yang diadakan oleh salah satu stasiun televisi ternama di Indonesia. Dengan menghadirkan artis-artis ternama ibu kota, hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Menurut warga sekitar, acara seperti ini sangat menghibur apalagi diadakan diwaktu weekend. Banyak para warga yang datang ke tempat ini untuk menghilangkan rasa penat setelah bekerja dan menghilangkan rasa sedih pasca banjir yang melanda dibeberapa titik Kota Pekalongan. “Saya datang kesini untuk menghibur diri setelah kemarin terkena bencana banjir,” ungkap Ikrom (19) warga Desa Bandengan.

Masyarakat pun tidak membuang kesempatan secara sia-sia, banyak dari mereka memanfaatkan event besar ini dengan berjualan di sekeliling lapangan dan ada juga yang memanafaatkannya dengan menjadi penjaga parkir motor, mengingat membludaknya antusias masyarakat untuk menyaksikan keseruan Panggung Gembira. “Banyak masyarakat yang murni mengambil inisiatif menjadi penjaga parkir untuk menambah penghasilan, dari pihak kepolisian dan Dishub (Dinas Perhubungan) tidak melarang ataupun membatasi, karena masyarakat juga ikut serta menjaga ketertiban kendaraan yang ingin parkir,” terang Aiptu Irawan (43).

Selain warga, ada juga para petugas keamanan yang diterjunkan langsung ke lapangan untuk menjaga agar situasi tetap kondusif. Bahkan dari panitia juga menurunkan 5 personil pemadam kebakaran untuk antisipasi adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. “Disini kita 5 personil ditugaskan untuk menjaga agar acara tetap berjalan dengan semestinya, bahkan kami siap menyiram penonton bila diperlukan,” ungkap Amat (39) selaku personil pemadam kebakaran.

Mengingat acara yang semakin siang semakin ramai, masyarakat mulai membludak hingga ada beberapa icon kota yang disalah gunakan, seperti pada tulisan batik yang ada di Lapangan Jetayu yang dijadikan sebagai tempat duduk.

Selain itu para pengunjung juga banyak yang datang ke masjid hanya sekedar untuk tidur dan makan. Dari petugas masjid sendiri, hal ini tidak dipermasalahkan karena sudah menjadi kebiasaan tiap dilaksanakan event oleh Pemerintah Kota di Lapangan Jetayu. Petugas mengaku senang dengan adanya acara seperti ini, karena semakin banyak orang yang mengunjungi masjid, maka masjid juga semakin makmur dengan adanya kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan fasilitas masjid. Hal ini tidak menjadi masalah selagi tak mengganggu ibadah.

Sedangkan para petugas kebersihan dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) berharap “Kesadaran diri dari masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, baik saat acara berlangsung maupun acara sudah selesai, agar keadaan sekitar acara tetap terjaga kebersihannya,” ujarnya. (EM/BF/NK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *