Studium General FTIK Undang Dua Tokoh Besar Indonesia

Pekalongankpipekalongan.com Studium General FTIK (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan yang bertempat di halaman gedung FTIK kampus 2 IAIN Pekalongan. Mengundang dua ulama besar Indonesia yaitu KH. Ahmad Bahauddin Nursalim Al-Hafidz atau lebih dikenal dengan sapaan Gus Baha dan Dr. K.H. Abdul Ghofur, MA dan lebih akrab disapa Gus Ghofur. Sabtu (8/2).

Acara ini ramai di bandingkan dengan Stadium General yang di lakukan fakultas lain di IAIN Pekalongan pada tahun ini, karena stadium general FTIK tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa FTIK, namun juga dihadiri oleh mahasiswa fakultas lain di IAIN Pekalongan serta banyak dihadiri oleh masyarakat umum. Jumlah dari peserta Studium General dan ngaji bareng Gus Baha dan Gus Ghofur yang hadir diacara ini diungkapkan oleh Bapak Marwan selaku panitia pelaksana acara stadium general, “peserta terdiri dari kurang lebih 700 mahasiswa FTIK dan ratusan mahasiswa fakultas lain serta masyarakat umum.”

“Dihadiri oleh mahasiswa FTIK, mahasiswa dari fakultas lain, dan masyarakat umum jumlah hadirin kurang lebih 700 jamaah,” ungkap Marwan selaku panitia pelaksana.

Antusiasme mahasiswa fakultas lain datang diacara ini karena dua Gus ini viral di media sosial tentang kemoderatan sosok Gus Baha dan tingginya toleransi beliau sehingga membuat para remaja merasa sepemikiran dengan beliau, seperti yang di utarakan oleh Fitriyah (20) mahasiswa dari FUAD (Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah) “Saya sangat penasaran sekali dengan Gus Baha dan Gus Ghofur karena beliau sedang viral di internet dengan ceramahnya yang kekinian.”

Acara ini turut mengundang tamu dari pihak pemerintah Kabupaten Pekalongan dan kota sekitarnya seperti Asep Kholbihi selaku Bupati Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya serta mengundang para tokoh masyarakat di sekitar Kabupaten Pekalongan. Ade Dedi Rohayana selaku Rektor IAIN Pekalongan pun turut menghadiri acara stadium general FTIK dan mendampingi langsung para tamu undangan.

Seperti dawuh Beliau bahwa “ilmu agama yang kita terima melalui dosen atau guru di sekolah atau kampus formal lebih berpedoman pada SKS (satuan kredit semester) sehingga kita belum tau agama secara mendalam berdasarkan kebutuhan masing-masing diri kita. Maka itu perlunya belajar dengan seorang kyai,” ungkap Gus Baha ditengah acara.

Dengan pertimbangan banyaknya peserta yang akan hadir, pihak FTIK mengundang petugas medis PMI (Palang Merah Indonesia) IAIN Pekalongan untuk bersiap siaga mulai pagi sampai acara stadium general selesai di selenggarakan.

“Karena pesertanya tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja ada pula dari masyarakat umum membuat panitia meminta bantuan ke pada kami,” ujar Bahar selalu petugas PMI. (FI/RN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *