Wanita Haid Dilarang Membuat Tape, Mitos atau Fakta?

Tape merupakan salah satu jenis makanan yang difermentasikan dengan ragi atau jamur scharomycecerivissiae. Jamur tersebut berfungsi mengubah karbohidrat yang ada pada beras ketan dan singkong menjadi alcohol dan karbondioksida. Tape dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tape ketandan tape singkong. Perbedaan keduanya seperti dalam namanya, tape ketan terbuat dari ketandan tape singkong terbuat dari singkong.

Tape juga bisa kita sebut sebagai makanan probiotik, yang sangat bagus untuk keperluan tubuh manusia, untuk membantu pencernaan dan keperluan lain dalam metabolism tubuh. Sebagai salah satu nutrisi yang baik untuk dikonsumsi, khususnya tape ketan. Namun, siapa sangka dibalik berbagai manfaatnya tersebut, ternyata terdapat beberapa hal klenik dibalik pembuatan tape ketan. Klenik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti, kegiatan perdukunan (pengobatan dan sebagainya) dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang

Ada yang mengatkan jika sipembuat tape ketan tersebut sedang mengalami haid,  maka orang tersebut dilarang untuk mencampur adonan tape ketan. Mereka boleh membantu dalam hal packing tetapi tidak boleh membantu dalam mencapurkan adonan. Hal tersebut dipercaya dapat membuat warna dari tape ketan tersebut dapat berubah menjadi warna merah.

Para orang tua sangat percaya akan hal tersebut. Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang ingin membuktikan kebenaran hal tersebut. Hasilnya terbukti bahwa pendapat tersebut hanyalah sebatas mitos belaka. Mereka yang percaya bahwa hal tersebut hanylah mitos biasanya menghubungkan proses pembuatan tape dengan kehigienisan saat memprosesnya.

Tetapi memang dalam membuat tape itu ada beberapa syaratnya. Pertama, harus bersih, baik itu orangnya, bahannya maupun alat yang akan di gunakan dalam membuat tape. Tujuan bersih disini adalah menghindari bakteri lain kebahan yang akan dibuat tape, agar hasilnya menjadi tape yang enak.

Kedua, kualitas dari ragi tape. Karena ragi mempunyai peran sangat penting dalam menghasilkan tape yang enak dan khas. Termasuk menentukan juga tape itu jadi atau tidaknya. Biasanya kalau tape tidak jadi ciri-cirinya: rasa sangat asam dan aroma alcohol menyengat, busuk atau masih lengket teksturnya seperti nasi ketan, sehingga tidak layak dimakan. Pilihlah ragi yang baik, karena sebagian besar kegagalan membuat tape adalah pada ragi (bukan hal-hal klenik seperti di atas).

Pembuktian jika hal klenik tersebut tidaklah benar, seperti contoh:

  1. Ragi tape kualitas baik dan alat serta bahan bersih:
  2. Wanita sedang haid membuat tape, hasilnya jadi tape yang baik dan enak.
  3. Ragi tape expired
  4. Wanita sedang haid membuat tape, hasilnya tape akan gagal.

Hal-hal inilah yang akan dijadikan alasan mengenai mitos jika wanita haidd ilarang membuat tape.

Ternyata dibalik penyebaran hal-hal klenik tersebut ke publik mempunyai tujuan tertentu, sehingga banyak orang yang menganggap dan meykini bahwa membut tape itu hal yang sulit, ribet, dan ritualis. Padahal faktanya tidak sama sekali. Ada beberapa faktor alasan penyebaran klenik tersebut ke publik, antara lain:

  • Karena dulu kurang peangetahuannya, sehingga hanya mengira sendiri bahwa kegagalan-kegagalan dalam membut tape itu karena hal-hal klenik sebagai penyebabnya.
  • Penguasaan market, dengan menyebarkan informasi-informasi klenik tersebut supaya diyakini dan orang enggan belajar membuat tape. Sehingg minim pesaing dan tidak ada yang bisa membuat tape enak.

Dengan begitu, hal klenik yang sering kita dengar mengenai wanita haid dilarang membuat tape dan akan merubah warna tape menjadi merah adalah mitos belaka. Akan tetapi, untuk percaya atau tidaknya bergantung pada diri masing-masing.

Oleh : Nur Fadhillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *