IAIN Pekalongan Lantik 939 Wisudawan


Pekalongankpipekalongan.com – IAIN Pekalongan menggelar acara Senat Mahasiswa dalam rangka wisuda program Magister Strata Satu dan Diploma Tiga di Hotel Sahid Madarin. Acara wisuda berlangsung pada Selasa, (27/4) dengan calon wisudawan sebanyak 939 orang dari berbagai program studi.


Pelantikan tersebut dimulai dengan pembukaan sidang oleh Drs. Hj. Siti Qomariyah, M.A, disusul pembacaan laporan akademik yang disampaikan oleh Dr. H. Saefudin Zuhri, M. Si serta acara inti, yaitu prosesi wisuda.

Terkait pelaksanaan wisuda, Wakil Rektor 3 IAIN Pekalongan, Muslih selaku ketua panitia menyatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam hal pelaksaaan wisuda kali ini dengan tahun kemarin.
“Tidak ada perbedaan prinsip dalam pelaksanaan wisuda tahun ini dengan tahun kemaren. Hanya saja dalam wisuda kali ini menjadi wisudawan terbanyak sepanjang sejarah STAIN-IAIN Pekalongan. Lalu, dalam wisuda kali ini, kita memilih wisudawan tercepat dan termuda sekaligus penyerahan beasiswa dari Bank Indonesia dan Kementrian agama (Kemenag) dan bidikmisi,” tutur Muslih.

Salah satu peraih predikat wisudawati tercepat dan termuda, Nur Kumala, prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam merasa sangat senang dengan predikat yang telah diraih, “Alhamdulillah, saya senang sekali karena bisa mendapatkan predikat terbaik di jurusan saya. Dan saran saya untuk IAIN ke depannya terutama untuk wisuda, semoga wali wisudawan terbaik bisa ikut masuk ke dalam gedung juga, lebih baik lagi jika duduknya bersisihan.” Ujarnya.

Pemilihan tema wisuda yaitu “Mengintegrasikan Kompetensi dan Integritas Lulusan Perguruan Tinggi Islam Sebagai Generasi Pelopor Islam Moderasi Beragama di Era Industri 4.0” Muslih memaparkan tujuan dan harapan untuk para wisudawan kelak.
“Harapan dari tema yang dipilih IAIN adalah kami ingin membentuk lulusan yang memiliki kemandirian sebagai pelopor islam moderat, agar alumni nantinya bisa menjadi tokoh masyarakat yang mengembangkan generasi beragama di Indonesia. Sehingga akan menjadi pemantik kedamaian dan perdamaian karena islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, alumni diharapkan memiliki peran dalam konteks menjadi pionir pemberdayaan masyarakat di sektor-sektor strategis ataupun formal lain. Karena alumni kita punya potensi beragam, baik itu birokrasi, ekonomi, wirausaha, dan potensi kecerdasan lain. Sehingga sembovan almamater ini menjadi lebih bermanfaat baik di tingkat nasional ataupun internasional,” pungkas Muslih.

Menjadikan tokoh masyarakat yang mengembangkan generasi beragama di Indonesia memang seharusnya dicetak dari lulusan IAIN Pekalongan. (rn/sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *